Motivator nasional Merry Riana memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lalu Lintas Tahun Anggaran 2026 yang digelar Korlantas Polri di lingkungan STIK Lemdiklat Polri, Jakarta. Kegiatan tersebut dinilai menghadirkan pendekatan pembelajaran yang komprehensif sekaligus memperlihatkan arah transformasi pelayanan publik yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam kegiatan yang dihadiri jajaran kepolisian lalu lintas dari berbagai daerah di Indonesia itu, Merry Riana menilai materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada aspek teknis lalu lintas, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, teknologi informasi, komunikasi publik, hingga pelayanan berbasis humanis.
Menurut Merry Riana, pendekatan multidisiplin yang dihadirkan dalam Rakernis menunjukkan adanya keseriusan Korlantas Polri dalam membangun sistem pelayanan yang lebih modern dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Ia mengaku terkesan dengan konsep pembelajaran yang tidak hanya membahas regulasi dan operasional, tetapi juga menempatkan aspek manusia sebagai bagian penting dalam pelayanan publik.
“Luar biasa, saya senang sekali. Suatu kehormatan saya bisa menjadi bagian dari acara ini dan berbagi bersama jajaran Korlantas Polri,” ujar Merry Riana usai menghadiri kegiatan tersebut.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi memang menjadi kebutuhan utama dalam transformasi pelayanan publik. Namun menurutnya, keberhasilan implementasi kebijakan di lapangan tetap sangat ditentukan oleh kualitas individu yang menjalankannya. Karena itu, pendekatan yang mengutamakan empati dan komunikasi humanis dinilai tetap penting di tengah perkembangan digitalisasi pelayanan kepolisian.
Dalam Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026, Korlantas Polri diketahui mengusung tema transformasi pelayanan publik berbasis digital dan penguatan profesionalisme personel. Berbagai inovasi layanan lalu lintas berbasis teknologi juga diperkenalkan sebagai bagian dari arah kebijakan Polri Presisi.
Di tengah transformasi tersebut, Merry Riana menekankan bahwa teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan hubungan emosional antara petugas dan masyarakat. Menurutnya, interaksi manusia tetap menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan negara.
“Teknologi penting, tetapi manusianya juga harus siap. Yang turun langsung ke lapangan adalah manusia. Yang menjalankan kebijakan juga manusia. Karena itu pendekatan dari hati ke hati tetap harus humanis,” ungkapnya.
Pandangan tersebut dinilai sejalan dengan arah perubahan pelayanan publik yang kini mulai dikembangkan berbagai institusi pemerintahan. Transformasi digital tidak lagi hanya berorientasi pada percepatan sistem administrasi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hubungan antara negara dan masyarakat.
Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 sendiri menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan strategi pelayanan lalu lintas nasional. Dalam forum tersebut, berbagai isu mulai dari keselamatan jalan, digitalisasi layanan, hingga transformasi organisasi dibahas sebagai bagian dari pengembangan sistem lalu lintas yang lebih modern dan responsif.
Kehadiran Merry Riana dalam agenda tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun motivasi dan semangat personel di lingkungan Korlantas Polri. Dalam sesi motivasi bertajuk Extraordinary Year, Extraordinary Results, ia mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri sekaligus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai tantangan pelayanan publik saat ini semakin kompleks karena masyarakat menuntut pelayanan yang cepat, transparan, sekaligus mudah diakses. Oleh sebab itu, sumber daya manusia di lingkungan kepolisian dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
Selain menyampaikan motivasi, Merry Riana juga memperkenalkan konsep sederhana bertajuk “SMILE” yang menurutnya dapat menjadi panduan dalam menghadapi tantangan kerja sehari-hari. Konsep tersebut terdiri atas lima unsur utama, yaitu menetapkan tujuan, membangun pola pikir positif, menciptakan kebiasaan baik, belajar hal baru setiap hari, serta menikmati setiap proses kehidupan.
Menurutnya, pola pikir positif dan kebiasaan belajar yang konsisten menjadi modal penting bagi personel pelayanan publik dalam menghadapi dinamika masyarakat yang terus berubah. Ia berharap pendekatan semacam itu dapat memperkuat kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat luas.
Di sisi lain, apresiasi yang diberikan Merry Riana juga dinilai memperlihatkan adanya perhatian publik terhadap transformasi yang tengah dilakukan Korlantas Polri. Dalam beberapa tahun terakhir, Korps Lalu Lintas memang terus mendorong berbagai inovasi pelayanan berbasis digital, mulai dari ETLE, SIM Digital, hingga integrasi layanan administrasi kendaraan.
Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi Polri dalam memperkuat pelayanan publik yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel. Namun demikian, Korlantas Polri juga menegaskan bahwa pelayanan humanis tetap menjadi fondasi utama dalam setiap proses perubahan organisasi.
Pendekatan humanis dinilai penting karena tugas kepolisian lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aktivitas masyarakat sehari-hari di ruang publik. Kehadiran personel di jalan raya sering kali menjadi wajah pertama institusi negara yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Karena itu, peningkatan kualitas komunikasi dan empati personel menjadi salah satu fokus dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Korlantas Polri. Pelayanan yang profesional dinilai harus berjalan beriringan dengan pendekatan yang lebih ramah dan persuasif.
Merry Riana berharap semangat pembelajaran dan transformasi yang dibangun dalam Rakernis Fungsi Lalu Lintas 2026 dapat terus berkembang di masa mendatang. Ia menilai pelayanan publik yang baik tidak hanya diukur dari kecanggihan sistem, tetapi juga dari kemampuan membangun rasa nyaman dan kepercayaan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, sinergi antara inovasi teknologi dan pendekatan humanis dipandang menjadi kunci penting dalam membangun pelayanan publik modern. Teknologi membantu mempercepat proses kerja dan meningkatkan efisiensi, sementara pendekatan kemanusiaan menjaga kualitas hubungan antara institusi dan masyarakat.
Transformasi pelayanan di lingkungan Korlantas Polri pun diharapkan dapat menjadi bagian dari perubahan budaya pelayanan publik yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan teknologi dan penguatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan lalu lintas di Indonesia diarahkan menjadi lebih profesional sekaligus lebih dekat dengan masyarakat.
Pada akhirnya, perubahan besar dalam pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh sistem yang dibangun, tetapi juga oleh nilai yang dijaga dalam setiap interaksi dengan masyarakat. Ketika pelayanan modern dipadukan dengan pendekatan humanis, maka kepercayaan publik terhadap institusi negara dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.