Jakarta — Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 kembali mendapat apresiasi dari kalangan legislatif. Partai NasDem melalui anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menilai pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini menunjukkan capaian yang signifikan, terutama dalam menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Rudianto Lallo menyampaikan bahwa penurunan angka korban jiwa akibat kecelakaan di jalan raya yang mencapai lebih dari 30 persen menjadi indikator penting keberhasilan operasi. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan efektivitas pendekatan berbasis data yang diterapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama para pemangku kepentingan lainnya.
Ia menilai bahwa strategi yang diterapkan selama Operasi Ketupat 2026 tidak hanya berfokus pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga pada aspek keselamatan pengguna jalan. Pendekatan ini dinilai mampu memberikan hasil yang lebih komprehensif dalam pengelolaan arus mudik yang setiap tahunnya mengalami peningkatan volume kendaraan.
Selain itu, Rudianto juga menyoroti pentingnya keberlanjutan upaya yang telah dilakukan. Ia menekankan bahwa capaian penurunan fatalitas harus menjadi dasar atau tolok ukur untuk peningkatan kinerja di masa mendatang. Dengan demikian, setiap evaluasi yang dilakukan dapat mengarah pada perbaikan yang berkelanjutan.
Dalam pandangannya, faktor kelelahan pengendara masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, ia mendorong agar edukasi keselamatan berkendara terus ditingkatkan. Kampanye yang masif dan berkelanjutan dinilai dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan selama perjalanan.
Di sisi lain, Rudianto juga menekankan pentingnya penguatan rekayasa lalu lintas berbasis teknologi. Ia menilai bahwa sistem yang lebih presisi dan terintegrasi akan membantu aparat dalam mengelola arus kendaraan secara lebih efektif. Penggunaan data secara real time juga dinilai dapat mempercepat pengambilan keputusan di lapangan.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, bersama jajaran disebut berperan penting dalam keberhasilan tersebut. Rudianto memberikan apresiasi atas kerja keras yang dilakukan dalam mengawal arus mudik dan arus balik, termasuk dalam menjaga stabilitas lalu lintas di berbagai jalur utama.
Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan publik yang lebih responsif dan humanis. Kehadiran petugas di lapangan dinilai menjadi representasi langsung negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pelayanan diharapkan terus ditingkatkan, baik dari sisi kecepatan respons maupun pendekatan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Rudianto mendorong agar Polri memperkuat langkah-langkah preventif dalam pengelolaan lalu lintas. Analisis berbasis data yang dilakukan secara real time dinilai dapat membantu dalam mengidentifikasi potensi gangguan sebelum terjadi. Dengan demikian, langkah antisipasi dapat dilakukan lebih dini.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan operasi. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan pihak terkait lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan lalu lintas yang efektif.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa secara umum kondisi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan dalam keadaan terkendali. Ia menjelaskan bahwa tidak terdapat kejadian menonjol selama pelaksanaan operasi, baik dari sisi keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Agus juga mengungkapkan bahwa meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan mampu mengimbangi tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Dari sisi keselamatan, data menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional sebesar 5,31 persen. Sementara itu, angka fatalitas korban meninggal dunia juga mengalami penurunan hingga 30,41 persen. Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.
Ke depan, Rudianto berharap Polri dapat terus meningkatkan kualitas pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menilai bahwa penguatan teknologi, edukasi keselamatan, serta koordinasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan mobilitas di masa mendatang.
Dengan berbagai capaian tersebut, Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak hanya berhasil menjaga kelancaran arus mudik, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keselamatan pengguna jalan. Apresiasi dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor lalu lintas.