Jakarta — Kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengawal arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 kembali mendapatkan apresiasi dari kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, menilai penanganan mudik tahun ini berjalan dengan baik, terutama dalam hal pengelolaan lalu lintas dan penurunan angka kecelakaan.
Soedeson Tandra menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran Polri, mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Ia secara khusus mengapresiasi peran Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, yang dinilai mampu mengoordinasikan pengamanan secara efektif selama periode Lebaran.
Menurutnya, keberhasilan dalam menekan angka kecelakaan menjadi indikator utama keberhasilan pengamanan mudik tahun ini. Ia menilai penurunan tersebut mencerminkan peningkatan kualitas pengelolaan lalu lintas serta kesiapsiagaan aparat di lapangan.
Selain itu, Tandra juga memberikan penghargaan kepada para kepala kepolisian daerah (kapolda) yang bertugas di berbagai wilayah, khususnya di Pulau Jawa. Ia menilai peran jajaran di daerah sangat penting dalam memastikan kelancaran arus kendaraan di jalur-jalur utama yang menjadi titik konsentrasi pemudik.
Lebih lanjut, ia berharap capaian positif tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada pelaksanaan mudik di tahun-tahun mendatang. Menurutnya, konsistensi dalam menjaga kualitas pengamanan menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Tandra juga menyoroti adanya sejumlah tantangan yang masih perlu diperbaiki. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kepadatan kendaraan yang sempat terjadi di kawasan Gilimanuk. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan koordinasi lintas sektor dalam mengantisipasi lonjakan kendaraan pada momen tertentu.
Menurutnya, situasi di Gilimanuk dipengaruhi oleh bertepatan antara momentum Lebaran dan perayaan hari besar keagamaan lainnya. Hal ini menyebabkan peningkatan arus kendaraan secara bersamaan, sehingga memicu antrean panjang di sejumlah titik.
Tandra menegaskan bahwa kejadian serupa perlu diantisipasi melalui perencanaan yang lebih matang. Koordinasi antara aparat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya dinilai menjadi faktor penting dalam mengurai kepadatan di masa mendatang.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho sebelumnya menyampaikan bahwa secara umum arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan dalam kondisi terkendali. Ia menjelaskan bahwa tidak terdapat kejadian menonjol selama periode pengamanan berlangsung, baik dari aspek keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Agus juga menyebut bahwa meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan, arus lalu lintas tetap dapat dikelola dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa strategi pengaturan yang diterapkan mampu mengimbangi tingginya mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.
Dari sisi keselamatan, data menunjukkan adanya penurunan angka kecelakaan lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2026. Tren serupa juga terlihat pada angka fatalitas korban jiwa yang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan Operasi Ketupat 2026.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan berbagai strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara terukur. Selain itu, kesiapsiagaan personel di lapangan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan.
Operasi Ketupat 2026 sendiri merupakan bagian dari upaya Polri dalam mengamankan perayaan Idul Fitri. Setelah operasi tersebut berakhir, pengamanan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk memastikan seluruh rangkaian arus balik berjalan dengan aman.
Tandra menilai bahwa dedikasi aparat di lapangan patut diapresiasi. Ia menekankan bahwa petugas tetap menjalankan tugasnya di tengah momen libur Lebaran, ketika sebagian besar masyarakat berkumpul bersama keluarga. Hal ini menunjukkan komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ke depan, ia berharap Polri dapat terus meningkatkan kualitas pengamanan melalui inovasi dan penguatan koordinasi lintas sektor. Dengan demikian, pengelolaan arus mudik dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Secara keseluruhan, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dinilai berhasil menciptakan kondisi lalu lintas yang relatif aman, tertib, dan lancar. Apresiasi dari berbagai pihak, termasuk DPR, menjadi indikator bahwa kinerja Polri dalam mengawal arus mudik tahun ini berjalan sesuai harapan.