Jakarta — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 yang dinilai berjalan lancar dan aman. Organisasi tersebut menilai sinergi antara Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan berbagai pemangku kepentingan berhasil menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama periode hari raya.
Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menyatakan bahwa pengaturan lalu lintas yang dilakukan selama masa mudik hingga arus balik mampu memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Ia menilai kebijakan yang diterapkan tidak hanya efektif dalam mengurai kepadatan kendaraan, tetapi juga memberikan rasa aman kepada para pemudik.
Menurut Dadang Kahmad, kelancaran arus mudik tahun ini menjadi capaian yang patut diapresiasi, terutama karena terjadi peningkatan mobilitas masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kondisi tersebut, kemampuan aparat dalam mengelola arus kendaraan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas lalu lintas.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, beserta seluruh jajaran yang terlibat dalam pengamanan. Selain itu, pemerintah daerah dan instansi terkait juga dinilai berkontribusi dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Lebih lanjut, Dadang berharap capaian positif ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada pelaksanaan mudik di masa mendatang. Ia menilai evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan diperlukan agar pengelolaan arus mudik dapat semakin optimal setiap tahunnya.
Sementara itu, Polri secara resmi telah mengakhiri Operasi Ketupat 2026 yang menjadi bagian dari upaya pengamanan perayaan Idul Fitri. Setelah operasi tersebut berakhir, pengamanan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna memastikan seluruh rangkaian arus balik berjalan aman hingga selesai.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Agus Suryonugroho, sebelumnya menyampaikan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas secara nasional. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kejadian kecelakaan mengalami penurunan sebesar 5,31 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selain itu, angka fatalitas korban meninggal dunia juga menunjukkan tren positif. Tercatat adanya penurunan sebesar 30,41 persen atau berkurang lebih dari seratus korban jiwa dibandingkan tahun lalu. Capaian ini menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pengamanan mudik dari sisi keselamatan.
Tidak hanya itu, selama pelaksanaan operasi juga tidak ditemukan kejadian menonjol yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan arus lalu lintas serta pengamanan secara umum berjalan dengan baik.
Keberhasilan tersebut didukung oleh penerapan berbagai strategi rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara terukur. Sistem one way nasional, one way sepenggal, serta contraflow diterapkan di sejumlah ruas jalan untuk mengurai kepadatan kendaraan. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menjaga arus kendaraan tetap bergerak meskipun terjadi lonjakan volume.
Selain rekayasa lalu lintas, penggunaan teknologi modern juga menjadi faktor pendukung. Sistem pemantauan berbasis elektronik seperti ETLE Patrol Presisi, command center mobile, serta perangkat lainnya membantu aparat dalam mengambil keputusan secara cepat dan tepat di lapangan.
Pendekatan humanis yang diterapkan oleh petugas juga menjadi perhatian. Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya berfungsi sebagai pengatur lalu lintas, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat. Petugas dinilai aktif membantu pemudik, memberikan informasi, serta merespons situasi darurat dengan cepat.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas selama periode Lebaran. Ia menilai dedikasi aparat di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik.
Selain itu, sinergi antarinstansi juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait menciptakan sistem pengelolaan lalu lintas yang lebih terintegrasi.
PP Muhammadiyah menilai bahwa keberhasilan mudik Lebaran 2026 tidak hanya diukur dari kelancaran arus kendaraan, tetapi juga dari tingkat keselamatan dan kenyamanan yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor lalu lintas perlu terus dilakukan.
Dengan berbagai capaian tersebut, pelaksanaan mudik Lebaran 2026 dinilai berhasil menciptakan kondisi yang aman, tertib, dan lancar. Apresiasi dari berbagai pihak, termasuk PP Muhammadiyah, menjadi indikator bahwa pengelolaan arus mudik tahun ini berjalan sesuai harapan.