JAKARTA — Bareskrim Polri terus memperkuat fungsi reserse melalui pola kerja yang tidak hanya berorientasi pada penindakan setelah kejahatan terjadi. Kehadiran Unit Reaksi Cepat (URC) di berbagai wilayah menjadi bagian dari upaya mendeteksi potensi gangguan keamanan sekaligus merespons cepat laporan dan temuan di lapangan.
Pola tersebut terlihat dalam sejumlah kegiatan kepolisian pada pekan pertama September 2026. Di Bali, Tim URC Jatanras Ditreskrimum Polda Bali mengamankan dua terduga pelaku pencurian sepeda motor di kawasan Kuta Selatan, Badung. Penangkapan dilakukan setelah petugas mengembangkan informasi dari tempat kejadian dan keterangan saksi hingga menemukan keberadaan keduanya di lokasi proyek.
Sementara itu, respons cepat juga terlihat di Banjarmasin. URC Polresta Banjarmasin bersama personel Polsek Banjarmasin Tengah mendatangi lokasi setelah menerima laporan melalui layanan 110 mengenai seorang pria yang diduga membawa senjata tajam dalam kondisi mabuk. Petugas mengamankan yang bersangkutan untuk mencegah potensi gangguan lebih lanjut, kemudian membawa pria tersebut untuk pemeriksaan. Situasi di sekitar lokasi pun kembali kondusif.
Pendekatan preventif juga menjadi bagian dari patroli URC Satreskrim Polres Padang Lawas. Dalam patroli malam, personel menyisir titik yang dianggap rawan hingga mendapati sekelompok remaja berkumpul dan seorang di antaranya menghirup lem. Petugas mengambil langkah persuasif, membubarkan kerumunan, serta mengarahkan para remaja kembali ke rumah.
Di sisi lain, kemampuan merespons informasi juga terlihat dalam pengungkapan dugaan penyelundupan 16 kilogram emas ilegal di Sulawesi Utara. Informasi masyarakat yang diterima Tim URC Polda Sulut segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak bandara. Pemeriksaan menggunakan mesin X-Ray kemudian menemukan 16 batang emas yang dibawa dua warga negara China.
Rangkaian tersebut memperlihatkan pola kerja yang saling melengkapi. Bareskrim Polri melalui penguatan fungsi reserse mendorong personel untuk hadir di ruang publik, membaca potensi kerawanan, menindaklanjuti informasi, dan mengambil tindakan sesuai situasi. Patroli karena itu bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bagian dari pencegahan yang mempersempit ruang bagi pelaku kejahatan.Â
Patroli URC memiliki peran penting dalam menjaga keamanan karena kehadiran personel di titik-titik rawan memungkinkan potensi gangguan terdeteksi lebih awal, sehingga peluang terjadinya pencurian, penggunaan senjata tajam, hingga tindak kriminal lainnya dapat ditekan sebelum berkembang menjadi perkara yang lebih besar. Dari pencegahan hingga penindakan, kerja reserse diarahkan untuk menjaga keamanan tetap hadir sebelum gangguan berkembang menjadi ancaman yang lebih besar. Inilah #ReserseBekerja.
Sumber: Tribratanews, timenews, suarindonesia, Ditreskrimum Polda Bali