Ruangsidang.com – Keputusan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) menunda pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) menuai beragam reaksi, terutama di kalangan mahasiswa pascasarjana. Kebijakan ini berdampak pada individu yang telah mengubah rencana hidupnya demi mengikuti seleksi CPNS.
Salah satu yang terdampak adalah Rieka, mahasiswa pascasarjana asal Sulawesi Tenggara yang memutuskan berhenti dari program magisternya setelah dinyatakan lolos seleksi CPNS. Rieka telah memperhitungkan jadwal perkuliahan dan pengangkatan CPNS agar dapat mempersiapkan diri dengan optimal. Menurutnya, jika informasi penundaan pengangkatan diumumkan lebih awal, ia kemungkinan besar akan tetap melanjutkan studinya.
“Kalau penundaan pengangkatan diinformasikan terlebih dahulu, saya pasti tetap lanjut kuliah karena waktunya masih bisa,” ujar Rieka, Minggu (9/3/2025).
Dalam seleksi CPNS, Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas (SPMT) menjadi dokumen penting yang harus ditandatangani oleh kepala unit kerja bagi mereka yang telah lolos. Awalnya, pelaksanaan SPMT dijadwalkan pada Mei 2025, namun kini ditunda hingga Oktober 2025.
Rieka menyayangkan keputusan pemerintah yang menunda pengangkatan CPNS secara serentak. Menurutnya, apabila instansi di daerah telah menyelesaikan proses seleksi, seharusnya dapat langsung mengangkat pegawai baru tanpa harus menunggu daerah lain.
“Konsep adil itu bukan menyamaratakan, tapi menempatkan sesuatu sesuai dengan tempatnya,” tambahnya.
Selain Rieka, Amzad juga mengalami nasib serupa. Ia dinyatakan lolos CPNS di Pemerintah Daerah Banyuasin dan telah mengundurkan diri dari pekerjaannya di sebuah perusahaan di Jambi. Pengunduran dirinya dilakukan setelah melengkapi daftar riwayat hidup dan menerima pengumuman kelulusan.
Namun, keputusan pemerintah untuk menunda pengangkatan CPNS membuatnya harus menganggur hingga enam bulan ke depan. “Saya kecewa karena sudah menyiapkan rencana resign pada April,” ujar Amzad.
Kini, Amzad mempertimbangkan untuk menarik kembali surat pengunduran dirinya. Namun, ia ragu karena perusahaan tempatnya bekerja telah merekrut karyawan pengganti. Jika tidak ada solusi, ia berencana membantu usaha orang tuanya hingga Oktober.
Menanggapi kebijakan ini, Menteri PAN-RB Rini Widyantini menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil bukan untuk menunda pengangkatan, melainkan untuk memastikan seluruh CPNS dapat diangkat secara bersamaan. Keputusan ini, kata Rini, telah mempertimbangkan kebutuhan penataan dan penempatan ASN secara menyeluruh guna mendukung program pembangunan nasional.
“DPR dan pemerintah sudah sepakat untuk menyelesaikan semuanya. Pengangkatan CPNS tetap akan dilakukan pada Oktober,” jelas Rini dalam rapat dengan Komisi II DPR, Rabu (5/3/2025).
Lebih lanjut, Rini menjelaskan bahwa kebijakan ini juga mempertimbangkan berbagai tantangan dalam proses pengadaan CASN, termasuk usulan dari beberapa daerah yang meminta penundaan seleksi.
Sebagai informasi, seleksi CASN tahun 2024 menyediakan 248.970 formasi untuk Calon Pegawai Negeri Sipil dan 1.017.111 formasi untuk PPPK. Proses seleksi CPNS dimulai pada Agustus 2024, sementara seleksi PPPK dilakukan dalam dua tahap, yakni September 2024 dan Januari 2025.
Dengan adanya kebijakan ini, banyak pihak berharap pemerintah dapat memberikan kepastian bagi para CPNS dan PPPK yang telah lolos seleksi agar tidak mengalami ketidakpastian dalam perencanaan karier mereka.