Ruangsidang.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (28/9/2025). Pertemuan ini berlangsung sehari setelah Prabowo tiba di Tanah Air usai menjalani kunjungan kerja ke Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda.
Rapat yang berlangsung sekitar dua jam itu membahas berbagai program prioritas pemerintah. Salah satu isu utama adalah evaluasi dan tindak lanjut program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini kembali menjadi sorotan publik setelah muncul sejumlah kasus keracunan yang dialami penerima manfaat di berbagai daerah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Presiden Prabowo memberikan arahan teknis secara langsung kepada para menteri. Arahan tersebut mencakup aspek kedisiplinan, prosedur, serta pentingnya menjaga kebersihan dalam setiap pelaksanaan program. Menurut Teddy, instruksi rinci ini bertujuan agar program berjalan tepat sasaran dan sesuai harapan masyarakat.
Data terakhir mencatat, sejak Januari hingga 25 September 2025, terdapat 5.914 orang terdampak insiden usai mengonsumsi menu MBG. Pada September saja, setidaknya 2.210 penerima manfaat, termasuk pelajar dan guru, dilaporkan mengalami gejala serupa. Salah satu peristiwa besar terjadi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, di mana sekitar 500 siswa diduga keracunan setelah menyantap makanan dari program tersebut.
Meski demikian, rapat tidak hanya menyoroti MBG. Beberapa program lain juga masuk dalam agenda pembahasan, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, energi, hingga pembangunan Desa Nelayan dan Koperasi Desa. Selain itu, upaya pembangunan Tanggul Laut Pantai Utara Jawa juga menjadi perhatian.
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pertanian bersama Badan Urusan Logistik (Bulog) menyampaikan laporan mengenai stok beras nasional yang disebut masih berada dalam kondisi aman. Sementara itu, Menteri Kesehatan melaporkan capaian program pemeriksaan kesehatan gratis yang telah menjangkau sekitar 36 juta masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Rapat yang digelar secara tertutup itu dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Beberapa di antaranya yakni Kepala BGN Dadan Hindayana, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Mendagri Tito Karnavian, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Langkah Presiden Prabowo memanggil langsung para menteri usai perjalanan ke luar negeri dinilai sebagai upaya mempercepat konsolidasi kebijakan. Dengan begitu, setiap kementerian dapat segera menindaklanjuti arahan kepala negara dan memastikan program yang berjalan menyentuh masyarakat secara nyata.
Sejauh ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Penekanan pada aspek kebersihan, kualitas bahan, dan pengawasan distribusi menjadi bagian penting agar kasus serupa tidak kembali terulang.
Rapat kabinet tersebut menandai keseriusan pemerintah dalam menjaga keberlanjutan program unggulan yang sudah dicanangkan sejak awal pemerintahan. Fokus tidak hanya pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada upaya memperkuat pelayanan publik di berbagai bidang strategis.